Skip to main content

TERAPI DAN PENGOBATAN PENYAKIT GULA DARAH

pengobatan penyakit gula darahPengobatan  Penyakit Gula darah –  masyarakat modern saat ini tidak jauh berbeda  dengan masyarakat dahulu.

Dalam melakukan upaya penyembuhan terhadap suatu penyakit yang di derita bisa memilih pengobatan atau terapi secara medis maupun nonmedis (alternatif).

Untuk pilihan terapi alternative yang dilakukan, bisa bersifat rasional dan irasional. Akan tetapi, pemerintah sendiri secara formal telah memberikan perhatian dengan lebih saksama terhadap pengobatan alternatif atau Pengobatan tradisional (battara).

Buku Upaya Pengobatan tradisional merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah, yang merupakan wujud dan apresiasi pemerintah terhadap fenomena sosial dalam pengobatan.

Setidaknya terdapat 16 jenis battara di Indonesia, yaitu sebagai berikut :

  1. Dukun bayi terlatih
  2. Battara pijat/urut
  3. Dukun bayi belum terlatih
  4. Tukang jamu gendong
  5. Battara ramuan
  6. Battara dengan ajaran agama/spiritual
  7. Battara paranormal
  8. Battara patah tulang
  9. Battara sunat
  10. Tabib
  11. Tukang pangur gigi
  12. Battara tenaga dalam
  13. Battara pijat refleksi
  14. Shinse
  15. Battara tusuk jari/akupresur
  16. Akupuntur

Dengan demikian, terapi yang dilakukan, baik secara  medis maupun tradisional bisa dilakukan bagi penderita yang memiliki penyakit diabetes melitus,

Jenis-Jenis Pengobatan Penyakit Gula Darah atau Diabetes Melitus

Diabetes melitus yang di kalangan medis menyebut sebagai mother of deases atau ibu dari segala penyakit dimana seseorang telah sebagai penderita diabetes melitus, darahnya telah tercemar oleh gula dan menyebar ke seluruh tubuhnya sehingga menimbulkan gangguan bagi organ-organ tubuh lainnya.

Lalu, apakah diabetes tidak bisa diobati?,  Diabetes bisa diobati, namun belum bisa disembuhkan.

Pengobatan yang dilakukan hanyalah berupa upaya untuk mengendalikannya, agar kadar glukosa darah bisa mendekati normal dan mencegah terjadinya komplikasi.

1 .   Terapi Medis Untuk Penyakit Kencing Manis

Di dalam pengobatan medis, digunakan obat-obatan modern atau obat sintetik yang diresepkan oleh dokter  dan kalangan medis untuk mengobati penyakit tertentu.

Obat-obatan medis memiliki kekuatan ilmiah karena telah melewati uji klinis yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Masyarakat pada umumnya mengenal dua macam jenis obat, yaitu obat paten dan obat generik.

Perbedaan kedua obat obatan tersebut dapat dilihat dan segi harga. Obat generic memiliki harga yang relatif lebih murah, namun secara kandungan zat yang berkhasiat adalah sama.

Obat generic dikatakan lebih murah karena obat generik merupakan obat paten yang telah habis masa kepatenannya dan diproduksi kembali dengan nama generik.

Jadi, perbedaannya hanya dan waktu kemunculannya. Sebagai cantoh, 20 tahun yang lalu, perusahaan farmasi Pfizer menemukan obat antihipertensi baru jenis  amlodipine. Pfizer, kemudian mematenkan obat baru tersebut dan memasarkannya kepada masyarakat yang diberi nama Norvask.

Obat ini memiliki masa kepatenan selama dua dekade dan masa kepatenan tersebut berakhir pada bulan September 2007.

Selama masa kepatenan, tidak ada perusahaan yang boleh memproduksi obat sejenis amlodipine atau Norvask tersebut.

Kalaupun ada perusahaan lain yang memproduksinya, harus seizin perusahaan Pfizer dan ber dasarkan kerja sama.

Saat masa kepatenan Norvask berakhir pada September 2007, perusahaan Pfizer tetap memproduksi Norvask.

Akan tetapi, sejak saat itu perusahaan lain juga sudah diperbolehkan untuk memproduksi Norvask dan memasarkannya sebagai obat antihipertensi dengan catatan tidak menggunakan nama Norvask.

Mereka bisa menggunakan nama amlodipine generik obat ini. Jadi, masyarakat  hanya mengenal obat generik amplodipine, bukan lagi obat norvask.

Kedua obat tersebut memiliki kandungan dan struktur yang sama sehingga secara kualitas juga relatif sama.

Meski banyak masyarakat awam yang meremehkan obat-obatan generik, obat generik ini sebenarnya memiliki beberapa keunggulan, yaitu sebagai berikut.

a.  Harga obat generik lebih rendah dibandingkan obat paten.

Harga obat generik bisa berkali-kali lipat lebih rendah daripada obat paten. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rendahnya harga obat generik bukan berarti karena rendahnya kualitas obat tersebut. Hal itu terjadi karena pada obat generic tidak ada biaya tambahan untuk penemuan dan pematenan. Pada obat paten, banyak biaya-biaya yang harus dikeluarkan berkaitan dengan penelitian, penemuan, produksi, dan pematenan suatu obat. Keseluruhan biaya tersebut merupakan komponen pengeluaran terbesar sehingga menyebabkan mahalnya obat-obatan tersebut.

b.  Kemungkinan efek samping yang lebih kecil

Mengenai kemungkinan efek samping, obat-obatan paten yang baru dipasarkan memiliki kemungkinan masih terdapatnya efek samping negatif yang belum diketahui sebelumnya. Dalam sejarah kefarmasian, banyak kisah-kisah mengenai ditariknya obat paten dan peredaran karena adanya efek samping negative dan obat tersebut yang membahayakan tubuh. Lain halnya dengan obat-obatan generik, efek negatifnya lebih kecil dibandingkan obat paten.

Hal ini karena obat generik pada hakikatnya merupakan lanjutan dari obat paten, yang otomatis masa pengamatan dan monitoring-nya lebih lama dibandingkan obat paten. Jadi, apabila terdapat efek negatif pada obat ini, telah diketahui dan dideteksi lebih awal, yaitu pada saat masih berstatus sebagai obat paten. Oleh karena itu, efek samping secara Minin bisa lebih diantisipasi.

c.  Kualitas obat generik.

Komponen dan unsur yang terkandung di dalam obat generik sama dengan obat paten. Proses produksinya juga dilakukan secara terkontrol dan diatur sedemikian rupa sesuai dengan standar produksi obat yang bermutu. Sejak bulan Agustus 2007, seluruh obat generik di Indonesia harus men jalani uji mutu termasuk memenuhi metode Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan uji BA BE (bioavai labilitas dan bioekivalensi). Jadi, setiap obat generik yang beredar di masyarakat telah memenuhi standar jaminan mutu.

Sebagian besar, penyakit dan obatnya untuk pengobatan penyakit gula darah secara medis dan modern dapat diperoleh hanya dari resep dokter dan para medis yang menguasai indikasi dan efek sampingnya. Para dokter dan para medis tidak hanya berwenang untuk memberikan resepobat-obatan, tetapi untuk melakukan tindakan medis, seperti mendiagnosis penyakit pasien, menyuntik, melakukan operasi, dan merekomendasikan pengobatan-pengobatan secara modern.

Secara garis besar, pengobatan penyakit gula darah terbagi menjadi dua bagian, yaitu pengobatan farmakologis dan non-farmakologis. Pengobatan farmakologis adalah pengobatan penyakit gula darah yang dilakukan dengan obat obatan, sedangkan pengobatan non-farmakologis adalah tanpa obat. Pengobatan ini lebih menekankan bagaimana cara pencegahan dan bagaimana menerapkan manajemen hidup yang sehat. Pengobatan non-farmakologis lebih menekankan bagaimana pola hidup sehat, yaitu dengan menjaga pola makan sehingga berat hadan dapat terkontrol, menjauhi alkohol dan rokok, melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur, hingga menghindari stres agar kondisi tubuh dan pikiran menjadi rileks dan santai. Apabila pengobatan non-farmatologis tidak mampu menurunkan kadar glukosa darah sampai batas normal, di perlukan bantuan pengobatan secara  farmatoIogis.

Tentang terapi medis yang lebih detail baca  artikel  cara Terapi medis diabetes

2.   Terapi Alternatif Penyakit Gula Darah

Terapi alternatif merupakan metode pengobatan penyakit gula darah yang menggunakan pendekatan di luar medis. Terapi ini bisa di lakukan dengan cara pengobatan yang dimasukkan ke dalam  tubuh ramuan obat-obatan alami, hingga pengobatan darí luar tubuh, seperti dengan mengunakan alat tertentu bahkan merupakan sebuah kolaborasi dari keduanya, berikut  merupakan beberapa terapi alternatif yang bisa dilakukan dalam pengobatan  cara menghilangkan penyakit gula.

  • Terapi herbal Diabetes 

Terapi herbal merupakan bentuk penyembuhan atau pengurangan rasa sakit dengan menggunakan tanaman atau tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Pada penyakit diabetes melitus, terapi herbal bisa menurunkan kadar glukosa di dalam darah, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Tanaman yang digunakan dalam terapi herbal bisa berasal dari sayuran, buah-buahan, bumbu masakan, dan tanaman liar lainnya.

Kunci sukses dari terapi herbal diabetes ini salah satunya adalah kerja sama yang baik antara pasien dengan dokter atau herbalis yang menangani, baik dalam merencanakan jenis ramuan herbal yang akan digunakan, proses pengawasannya, maupun konsultasi sampai sugesti.

Baca juga artikel tentang Terapi Herbal untuk Penyakit diabetes melitus

  • Terapi Diet

Mengonsumsi obat-obatan tidak akan berguna apabila pola makan penderita diabetes tidak terjaga dengan baik. Penderita diabetes harus diperhatikan asupan gizinya, dibutuhkan protein vitamin, dan mineral yang tinggi, seperti B12 yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada saraf kaki dan tangan, juga zat besi yang berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat.

Umumnya , komposisi  zat gizi dalam makananan bagi  penderita penyakit gula darah, yaitu karbohidrat  55-75% (dari jumlah total kalori), protein 10-20%, dan lemak 20-30% (berasal asam lemak tak jenuh). Terapi diet bisa dilakukan bagi penderita diabetes melitus tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2.

Bagaimana tentang terapi baca artikel ini Terapi Diet untuk Penyakit diabetes melitus

  • Terapi akupresur dan pijat refleksi

Terapi Akupresur Pengobatan Penyakit Gula Darah

Akupresur merupakan salah satu cara pengobatan tradisional Cina dengan cara memijat atau menekan titik-titik akupuntur di bagian tertentu pada tubuh untuk menghilang keluhan atau berbagai penyakit yang diderita. Ilmu akupresur merupakan pengembangan dari ilmu akupunktur. berbeda dengan akupunktur, akupresur tidak menggunakan bantuan jarum atau alat pemanas. Akan tetapi, kedua terapi tersebut sama-sama berfungsi untuk menyeimbangkan energy vital tubuh (chi) yang terdiri atas unsur yin dan yang.

Terapi pijat refleksi

Pijat refleksi merupakan salah satu jenis pengobatan kuno dan salah satu cara mengurangi penyakit gula yang dilakukan dengan cara melakukan pemijatan pada titik-titik spesifik di daerah kaki, terutama di telapak kaki. Titik-titik tersebut disebut juga dengan titik refleksi  menghubungkan saraf-saraf dengan seluruh organ pada tubuh. Melakukan terapi pijat refleksi dapat memperbaiki ketidakseimbangan yang terjadi di dalam tubuh sehingga tubuh menjadi bugar dan memiliki daya tahan yang prima .

Ingin lebih tahu detail terapi lihat di artikel ini  Terapi akupresur dan pijat refleksi  untuk Penyakit diabetes melitus

  • Terapi yoga dan meditasi

Terapi yoga dan meditasi mampu menenangkan pikiran, meng hilangkan stres, dan menjaga kebugaran tubuh  sehingga dapat menyeimbangkan kadar glukosa di dalam darah.

.Bagi penderita diabetes melitus, terapi yoga bermanfaat untuk meningkatkan kadar penurunan glukosa di dalam darah, mencegah terjadinya kegemukan, sebagai salah satu faktor penyembuhan penyakit gula dimana prosesnya berperan dalam mengatasi kemungkinan terjadinya aterogenik, gangguan lipid darah, dan peningkatan tekanan darah. Dengan demikian, yoga juga dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung koroner dan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes

Meditasi Merupakan suatu aktivitas memfokuskan pikiran pada satu titik atau konsentrasi penuh dengan sikap duduk diam dan tenang.  Bagi penderita diabetes melitus, terapi meditasi mampu menormalkan fungsi organ pankreas sehingga dapat kembali menghasilkan hormon insulin, mampu menyehatkan organ-organ lainnya, dan dapat menjauhkan penderita diabetes melitus dan rasa stres yang berkepanjangan karena annya menjadi lebih tenang.

Apa itu jenis terapinya lihat di sini Terapi Yoga dan meditasi  untuk penyakit kencing manis

 

  • Terapi bekam Pengobatan Penyakit Gula Darah

Bekam (cupping, cantuk/kop), atau dalam bahasa Arab dikenal dengan Al-Hijamah dan di Cina disebut dengan Gua Sha. Terapi bekam merupakan salah satu terapi untuk cara menurunkan penyakit gula dengan cara pelepasan atau membersihkan darah statis (penyumbatan darah), angin, dan senyawa toksin (racun) dalam badan. Bekam dilakukan melalui permukaan kulit dengan cara menyedot atau mengisap. Dalam prosesnya, bekam menggunakan alat yang beraneka ragam. Mulai dari gelas kaca (cawan), bambu, bahkan tanduk. Terapi bekam dapat dilakukan bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Bagi penderita diabetes tipe 2, pengobatan ini bisa bermanfaat untuk memperbaiki jaringan pancreas agar mampu kembali menghasilkan insulin secara normal dan memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Terapi ini bisa dilakukan selama seminggu sekali sampai kondisi membaik, selanjutnya cukup satu kali dalam sebulan atau dua bulan sekali untuk menjaga kesehatan. Bagi penderita diabetes basah (yang sulit sembuh apabila terjadi luka), setelah berbekam harus diolesi dengan salep antibakteri,

tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut agar dapat mencegah terjadinya infeksi. Titik pembekaman dilakukan di titik sunah Rasul dan juga di titik pencernaan, yaitu lambung, usus 12 jari, pankreas, dan usus halus serta usus besar. Tujuan pembekaman pada titik-titik tersebut, yaitu untuk merangsang perbaikan jaringan pada organ-organ pencernaan, terutama pankreas agar kembali berfungsi normal.

Demikian beberapa teknik terapi untuk pengobatan penyakit gula darah untuk mengontrol  atau mengurangi kadar glukosa darah agar bisa mendekati normal dan mencegah terjadinya komplikasi  bagi penderita diabetes mellitus untuk lebih lanjut mengenai cara terapi penyakit lainnya anda dapat membaca di artikel lainnya di obat alami 1001

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *